Rencana Jokowi Naikkan Tarif Listrik Diprotes Keras Serikat Rakyat Mandiri Indonesia

KabaRakyat.id, Jakarta — Pemerintahan Joko Widodo sedang mengkaji skenario kenaikan tariff dasar listrik. Jika jadi, TDL baru akan berlaku pada Juli 2021.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana dalam Rapat Kerja dengan Badan Anggaran DPR, Rabu (7/4) memberi gambaran besaran kenaikan yang 13 golongan daya yang sedang diperhitungkan pemerintah.

Tiga belas golongan daya pelanggan PLN tersebut merupakan golongan non-subsidi. Dari total 38 golongan pelanggan PLN, hanya 25 yang masih mendapatkan subsidi.

Rida menuturkan, jika jadi dinaikkan, maka tarif listrik untuk golongan rumah tangga 900 VA akan naik sekitar Rp 18.000 per bulan per pelanggan. Sementara golongan pelanggan RT 1.300 VA akan mengalami kenaikan biaya tagihan listrik sebesar Rp 10.800 per bulan per pelanggan.

Rencana Kenaikan TDL ini segera menuai respon negatif dari masyarakat luas. Ketua Serikat Rakyat Mandiri Indonesia (SRMI), Wahida Baharuddin Upa mengecam rencana ini sebagai bentuk terror kepada masyarakat yang sedang kesusahan oleh krisis ekonomi dan pandemi Covid-19.

“Seharusnya pemerintah mencari solusi bagaimana membangkitkan ketahanan ekonomi rakyat, bukan malah menebar teror yang akan membuat rakyat semakin terpuruk di masa pandemi.”

Bagi Wahida, kenaikan TDL di tengah kondisi saat ini menyebabkan rakyat bagai dalam kondisi sudah jatuh tertimpa tangga pula.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *