Rahasia Kesigapan Partai PRIMA Merespon Bencana di NTT (Bagian 1)

KABARAKYAT.ID, Betun – Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) bukanlah partai politik yang didirikan cukong-cukong kaya raya atau bekas pejabat sipil dan militer. PRIMA adalah partai yang didirikan oleh rakyat sendiri. Sebagian besar pengurusnya berasal dari kalangan aktivis pergerakan.

Meski bukan partai kaya dan sekalipun baru dalam tahap pembangunan struktur kepengurusan, PRIMA telah membuktikan kesigapannya merespon problem rakyat. Salah satunya adalah persoalan bencana badai siklon Seroja yang dialami rakyat di Nusa Tenggara Timur. PRIMA adalah partai politik pertama yang muncul di tengah masyarakat korban bencana, terutama di Malaka dan Lembata, kabupaten paling terdampak badai siklon Seroja.

Senin, 5 April 2021, ketika pemerintah bahkan masih terkaget-kaget oleh dampak hujan lebat beberapa hari, PRIMA telah mendirikan Posko Penggalangan Bantuan di Malaka dan telah mendistribusikan bantuan makanan dan pakaian layak pakai kepada korban banjir di sejumlah lokasi pengungsian. Di hari pertama Posko Pemerintah buka, PRIMA telah mengirim 6 orang kader perempuan untuk membantu di Posko Pemerintah.

Mengapa PRIMA bisa bertindak cepat di tengah keterbatasan?

Tentu menarik untuk mengupas bagaimana bisa partai politik baru yang berisi orang-orang muda dan rakyat biasa ini sedemikian sigapnya merespon bencana.

Berdasarkan komunikasi dengan para pengurus Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) dan Dewan Pimpinan Kecamatan (DPKc) di Kabupaten Malaka dan penelurusan percakapan mereka di grup whatsapp, Kabarakyat.id dapat menarik kesimpulan tiga faktor yang membentuk kesigapan partai ini.

Faktor pertama adalah senantiasa menaruh perhatian terhadap persoalan rakyat.

Karena latar belakang mereka yang memang aktivis — sebagian pengurus bahkan telah membaktikan diri, hidup miskin sebagai aktivis gerakan rakyat selama 20-30 tahun — para pengurus PRIMA memang selalu menaruh perhatian terhadap persoalan yang dialami rakyat.

Setiap hari para pimpinan memerhatikan berita di media massa terkait persoalan yang dihadapi rakyat. Persoalan-persoalan tersebut didiskusikan untuk dicarikan jalan keluarnya. Jika persoalan tersebut terkait kebijakan pemerintah yang tidak pro-rakyat, PRIMA akan mengeluarkan pernyataan sikap berisi kritik terhadap kebijakan pemerintah disertai solusi seturut platform dan program perjuangan PRIMA.

Demikian pula para kader yang bekerja di tengah-tengah rakyat, senantiasa melebarkan kuping dan mata untuk mendengar dan melihat persoalan yang dihadapi rakyat yang mungkin tidak terliput media.

Hal inilah yang membuat sejak dini hari PRIMA di NTT sudah berancang-ancang menerjunkan para pimpinan, kader, anggota, dan simpatisan untuk membantu korban bencana.

Dalam grup whatsaap PRIMA Malaka dan PRIMA NTT, terlacak bahwa percakapan tentang kebutuhan membantu korban bencana telah dimulai pada Kamis, 1 April.

“Teman-teman yang di Malaka dataran rendah/fehan, di Aintasi dan sekitarnya, just to remind, banjir besar Benenai tahun 2000 itu, hujan seperti ini selama seminggu. Sekarang hujan sudah terjadi kurang lebih 4 hari dengan rata-rata 12 – 18 jam per hari,” tulis Roger Mau, salah satu pemegang mandat PRIMA di NTT, dalam grup whatsapp PRIMA Malaka pada 1 April 2021.

Pada Jumat, 2 April, pukul 22.00, Ketua Komite Pimpinan Wilayah Partai Rakyat Demokratik (KPW PRD) NTT, Yosep Asafa, selaku pimpinan sementara PRIMA di Nusa Tenggara Timur menulis peringatan sekaligus seruan merespon kondisi yang kemungkinan mengarah ke banjir.

Yosep minta agar Dewan Pimpinan Kabupaten PRIMA Malaka mengeluarkan release pernyataan sikap menuntut pemerintah sigap antisipasi bencana, dan menyarankan pembentukan relawan bencana yang beranggotakan pimpinan, kader, anggota, dan simpatisan PRIMA.

Imbauan ini segera mendapat respon. Pada Sabtu, 3 April, rencana telah dikonkritkan dalam bentuk posko pengumpulan bantuan (pakaian bekas, makanan, dan uang) dan penugasan anggota PRIMA untuk memantau dan mendata wilayah-wilayah terdampak.

“Berhubung ada 2 kecamatan yg terdampak yaitu Malaka Tengah dan Malaka Barat, dengan melihat aktivitas di jembatan Benenain yang telah dibatasi, maka kita akan membagi tim relawan dalam 2 zona ya, yaitu Zona Barat dan Zona Timur,” tulis Sekretaris DPK PRIMA Malaka Kornelis Roland Lobang, memberi arahan manajemen kerja relawan.

Faktor kedua yang menentukan kesigapan PRIMA adalah … (bersambung ke BAGIAN 2)


Pemberitaan tentang aksi tanggap bencana PRIMA Malaka di sejumlah media:

One thought on “Rahasia Kesigapan Partai PRIMA Merespon Bencana di NTT (Bagian 1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *