PRIMA Mabar: “Manggarai Barat Rentan Perampasan Tanah Rakyat”

KABAR RAKYAT – Labuan Bajo | Kaum muda, petani, nelayan, buruh, dan pedagang kecil di Manggarai Barat rupanya turut ambil bagian dalam aktivitas politik kerakyatan. Baru-baru ini Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) yang disebut-sebut sebagai partai alternatif bagi rakyat di Pemilu 2024 membentuk kepengurusan tingkat Kabupaten Manggarai Barat.

Albertus Yansen Beyger (27), Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Partai Rakyat Adil Makmur Manggarai Barat, menjelaskan bahwa PRIMA merupakan alat perlawanan politik rakyat terhadap oligarki, yaitu sistem kekuasaan yang berada dalam cengkraman kaum satu persen orang terkaya.

“Jadi begini, PRIMA adalah alat perjuangan rakyat untuk merebut kembali kedaulatan sebagaimana cita-cita Proklamasi Agustus ’45. PRIMA adalah senjata perlawanan terhadap oligarki dan dinasti kekuasaan yang selama ini mendominasi dan mengendalikan sektor ekonomi, politik, hukum, dan sektor vital lainnya untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan kelompok”, ujar Albertus (22/03/21).

Aktivis kerakyatan ini menjelaskan bahwa persoalan kemiskinan rakyat saat ini bersumber pada keputusan-keputusan politik, kebijakan publik yang lebih berpihak kepada segelintir orang.

Persoalan kemiskinan itu datang dari keputusan-keputusan politik. Dari sana lah kebijakan-kebijakan publik itu lahir. Jadi keputusan politik itu adalah penentu nasib rakyat. Selama ini banyak partai bicara persoalan rakyat namun persoalan kemiskinan masih belum dapat terselesaikan. Kesejahteraan, keadilan, dan kemakmuran seakan-akan utopia. Itu karena parpol-parpol yang ada dikendalikan oleh oligark. Parpol-parpol itu sudah jadi mesin yang mempertahankan kapitalisme dan oligarki”, jelas Albertus.

Albertus melanjutkan, PRIMA terbentuk karena adanya kesamaan cita-cita perjuangan dan cara pandang di kalangan aktivis pergerakan rakyat.

PRIMA lahir dari kelompok-kelompok petani, nelayan, kaum miskin perkotaan, aktivis, pemuda, mahasiswa progresif revolusioner, dan berbagai kelompok perjuangan yang memiliki kesamaan cita-cita dan cara pandang dalam membangun bangsa yang demokratis, sejahtera, adil dan makmur,” tutur Albertus.

Albertus menilai, sebagai kabupaten yang memiliki pariwisata kelas dunia, Manggarai Barat rentan dengan persoalan-persoalan perampasan hak atas tanah masyarakat oleh para kapitalis yang ingin membangun bisnis di bidang pariwisata.

Masyarakat Manggarai Barat rentan terhadap penggusuran rumah-rumah warga, privatisasi sektor publik, pengrusakan lingkungan yang terjadi dengan dalih demi kepentingan investasi pariwisata dan pembangunan infrastruktur pendukungnya. Oleh karena itu, Albertus menyerukan, rakyat harus sesegera mungkin membangun dan menyiapkan alat perjuangan politik, dan PRIMA hadir untuk itu.

Albertus menambahkan bahwa saat ini, partai yang dipimpinnya di Manggarai Barat sedang gencar membangun struktur di kecamatan-kecamatan. Ia mengajak masyarakat Manggarai Barat untuk memberikan dukungan dan turut serta membantu melebarkan sayap perjuangan PRIMA.

Rakyat tidak boleh jadi penonton, tidak boleh jadi tamu di negeri sendiri. Rakyat adalah tuan di negeri ini. Jadi, mari kita membangun partai ini ke pelosok-pelosok Manggarai Barat, jadikan partai ini sebagai senjata perlawanan terhadap segala bentuk ketidakadilan” tutup Albertus. (E.A)


Penulis

E.A

One thought on “PRIMA Mabar: “Manggarai Barat Rentan Perampasan Tanah Rakyat”

  1. Barangkali ada tawaran konkrit terkai persoalan satu dari persoalan yang dianggap sebagai alasan penting hadirnya prima bung. Siapa tau kami yang belum tau banyak tentang prima, nantinya sepakat setelah tau pemikiran prima.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *