Pelaku UMKM Ajak Aktivis Mahasiswa Diskusi Sambil Ngopi dan Gelar Lapak Baca

KABAR RAKYAT – Kupang | Rian Boimau dan Egi Taneo adalah dua orang muda pelaku bisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Rian berdagang kopi saset seduh. Ia menjajakannya keliling menggunakan motor. Karenanya ia dikenal sebagai Rian Kopling. Sementar Egi adalah petani merangkap pedagang kulit babi bakar.

Sebagai pelaku UMKM Rian dan Egi merasakan betul kesulitan memperoleh penghasilan di tengah masa pandemi. Sejumlah pembatasan semasa pandemi dan turunnya pendapatan masyarakat berpengaruh langsung terhadap penghasilan keduanya.

Selain itu, Rian dan Egi juga mencemaskan berlakunya Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2021. Keduanya menilai Perpres penanaman modal yang merupakan turunan dari Undang-Undang Cipta Kerja itu mengancam keberlangsungan usaha UMKM sebab membolehkan pemodal besar terjun ke bidang usaha yang dahulu diproteksi sebagai domain UMKM dan koperasi.

Di tengah seretnya pendapatan, plus kecemasan oleh Perpres 10/2021, Rian dan Egi tidak patah arang. Keduanya malah mengisiasi acara NGOPI, singkatan dari Ngobrol Mimpi.

NGOPI adalah kegiatan ngopi-ngopi sambil ngobrol problem rakyat. Menurut rencana kegiatan ini berlangsung seminggu sekali setiap hari Minggu pukul 20.00 – 22.00 WITA.

NGOPI diadakan di tempat mangkal Rian. Karena Rian pedagang kopi keliling, tentu saja tempat mangkalnya di pinggir jalan. Seri perdana NGOPI, 14 Maret kemarin diadakan di emperan Jalan Piet A. Talo, di samping Gereja Marturia, Oesapa Selatan.

Tema NGOPI seri perdana adalah “Perjuangan UMKM Kian Berat Aja”. Host ngobrol adalah Rian. Sementara Egi menjadi pemantik diskusi atau yang mereka sebut provokator.

Selain berdiskusi dan ngopi-ngopi, pengunjung juga bisa membaca buku-buku yang disediakan. Ada puluhan buku digelar beralaskan tikar.

“Kami ingin agar masyarakat, terutama konsumen kami melek literasi, mencintai membaca. Tetapi membaca saja tidak cukup, mereka harus pula punya sikap terhadap masalah politik, ekonomi, sosial dan budaya yang melilit bangsa ini. Untuk itu kami adakan pula diskusi. Pembicaranya akan macam-macam, sesuai tema tiap pekan,” kata Rian.

Belasan orang hadir dalam NGOPI seri satu. Sebagian besar adalah para aktivis mahasiswa yang tergabung di dalam Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND).

“Ya karena saya dan Rian ini aktivis Partai Rakyat Adil Makmur. Anggota-anggota LMND juga anggota partai baru ini, jadi mereka yang paling mudah kami undang untuk hadir dalam seri pertama ini. Ke depannya, kalau sudah didengar banyak orang, pasti pengunjung lebih beragam,” kata Egi.

Partai Rakyat Adil Makmur atau PRIMA adalah partai baru yang didirikan para aktivis pergerakan. Inisiator utamanya adalah aktivis-aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD), organisasi yang populer karena jasanya mempelopori gerakan penumbangan Suharto atau reformasi 1998 silam.

PRD mengajak serta organisasi-organisasi buruh, petani, nelayan, seniman, perempuan, dan mahasiswa, untuk menjadikan PRIMA sebagai persatuan politik mengintervensi pemilu 2024. Jadi PRIMA akan ikut sebagai kontestan pemilu mendatang.***

Penulis

Deni Pobas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *