Agus Jabo Masuk 10 Besar, Pengamat Intelijen: Bukti Rakyat Hendaki Perubahan

KABAR RAKYAT | Lembaga Citra Opini Polling Study (COPS) mengumumkan hasil survey yang digelar 12 – 20 Februari 2021. Ada sejumlah kejutan di sana, terutama oleh melejitnya nama Puan Maharani ke posisi pertama, dan tampilnya Agus Jabo Priyono, Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik, ke dalam 10 besar tokoh muda dengan elektabilitas tertinggi.

Direktur Eksekutif COPS, Ziyad Falahi mengatakan, lembaganya melakukan survei tentang tokoh-tokoh muda yang merupakan elite petinggi partai politik dan aktivis untuk jadi pemimpin 2024. Hasilnya, jika pemilu digelar hari ini, Puan menempati puncak dengan persentase 13,2 persen.

Bagi sebagian kalangan, hal ini mungkin mengejutkan sebab Puan menggeser sejumlah nama yang santer digadang-gadang akan bertarung dalam pilpres 2024.  Misalnya nama Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan. Dua gubernur ini menempati posisi kedua dan ketiga, dengan elektabilitas masing-masing 8,2 persen dan 8,1 persen. Sementara tokoh muda PDIP, Budiman Sudjatmiko berada di urutan keempat, 7,2 persen, diikuti Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, 6,2 persen.

Akan tetapi kejutan ini mungkin dapat dijelaskan dengan melihat posisi Puan sebagai putri mahkota Ketua Umum PDIP, Megawati Sukarnoputri. PDIP sendiri merupakan partai peraih suara terbanyak dalam pemilu lalu.

Masih di dalam jajaran 10 besar elektabilitas tertinggi, Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik (PRD), parpol yang berperan besar dalam gerakan reformasi 1998 silam, Agus Jabo Priyono (AJP) meraih nilai elektabilitas 4,1 persen. Nilai ini tidak berselisih jauh dibandingkan elektabilitas Agus Harimurti Yudhoyono (5,5 persen), Muhaimin Iskandar (5,3 persen), Sandiaga Uno (5,2 persen) dan Erick Thohir (5,2 persen). Padahal, jika dibandingkan nama-nama ini, Agus Jabo Priyono relatif jauh dari sorotan kamera.

Rupanya kemunculan nama Agus Jabo Priyono (AJP) mendapat catatan pengamat intelijen, Surya Fermana. Ia melihatnya sebagai sinyal istimewa, sebagai indikasi suara arus bawah rakyat Indonesia yang menghendaki perubahan melawan dominasi kemapanan oligarki. Surya Fermana memperkirakan, ke depan makin banyak kamu muda yang meloncat masuk ke gerbong pendukung AJP.

Ketua Komite Pengurus Wilayah PRD Nusa Tenggara Timur, Yosep S.F. Asafa mengamini analisis Surya Fermana. Menurut Yosep, AJP adalah sosok yang sangat populer di kalangan aktivis pergerakan.

AJP terlibat sejak dalam era perintisan gerakan pemuda melawan kediktatoran Suharto yang kelak berpuncak pada reformasi 1998. AJP adalah satu dari tidak banyak lagi generasi pendiri Partai Rakyat Demokratik yang masih konsisten berjuang bersama rakyat, sudah 30 tahun lamanya.

Popularitas AJP dan Penerimaan Luas terhadap PRIMA

Yosep menduga masuknya nama AJP dalam 10 besar tokoh muda dengan elektabilitas tertinggi berkaitan dengan politik persatuan mengintervensi pemilu 2024 yang sedang dikerjakan PRD. Setahun belakangan PRD giat menggalang keterlibatan kalangan luas untuk bersama-sama membangun partai politik yang akan ikut serta dalam pemilu 2024. Partai Rakyat Adil Makmur, disingkat PRIMA, nama partai tersebut. AJP adalah Ketua Umum PRIMA.

Menurut Yosep, PRIMA mendapat sambutan luas berbagai kalangan. Di NTT, kepengurusan PRIMA sudah berdiri di lebih dari separuh jumlah kabupaten yang ada. Para pengurusnya merupakan perpaduan antara kader PRD dengan aktivis dari organisasi-organisasi pergerakan lain, serta individu-individu rakyat yang berpikiran maju.

Luasnya penerimaan terhadap PRIMA berkaitan dengan kesamaan cara pandang di kalangan muda dan aktivis bahwa bangsa Indonesia kian parah berada dalam cengkraman oligarki, sistem pemerintahan yang dikendalikan oleh golongan kaya raya, kelompok yang jumlahnya hanya satu persen dari total penduduk namun menguasai 50 persen kekayaan nasional.

Yosep yakin, melihat tingginya antusiasme kaum muda dan rakyat, PRIMA akan berhasil tampil sebagai satu-satunya partai milik rakyat di parlemen nasional dan daerah. PRIMA akan menjadi kekuatan yang menantang agenda-agenda oligarki yang diwakili parpol-parpol yang saat ini berkuasa.

Di luar 10 besar di atas masih terdapat sejumlah nama politisi yang mendapat dukungan publik. Mereka antara lain Natalius Pigai (3, 2 persen), Nadiem Makarim (2,7 persen), Gibran Rakabuming (2,7 persen), Giring Ganesha (2,4 persen), Grace Natalie (2,3 persen), Fadli Zon (2,3 persen), dan Fahri Hamzah (2,1 persen). Sementara 14,1 persen responden tidak menentukan pilihan. (An)

One thought on “Agus Jabo Masuk 10 Besar, Pengamat Intelijen: Bukti Rakyat Hendaki Perubahan

  1. Arah politik saat ini benar-benar menunjukan arah pada pembebasan rakyat dari cengkraman Oligarki dimana selama ini yang memainkan cara berpikir politik diatur dg mal yg terbawa dari kaum elit. hari ini rakyat disadarkan oleh kondisi ril yang terjadi, dimana janji yang diberikan kaum elit hanyalah manipulasi hati rakyat jalanya dengan kekuatan uang, politik primordialisme, dikuatkan lagi dengan pengendalian opini publik. Sejarah telah terbukti perubahan sebuah bangsa dan negara bukanlah diciptakan dari kaum penguasa melainkan atas kehendak rakyat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *